Dari Ruang Kampus ke Negeri Laskar Pelangi, Mahasiswa S2 UNAIR Implementasikan Ilmu melalui Langkah Asa Nusantara Batch 4

Redaksi
Ilman sebagai volunteer ikut serta menjelaskan kepada anak-anak tentang pentingnya pendidikan bagi mereka (Foto: Tim Sahabat Asa Indonesia)

Haluan Nusantara, Belitung — Muhammad Ilman Nafi (Instagram: @ilmannafi.id), mahasiswa Program Magister Sains Manajemen Universitas Airlangga (UNAIR) mengikuti Langkah Asa Nusantara (LAN) Batch 4 di Pulau Gersik, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan LAN 4 bukan sekadar pengalaman menjadi relawan tetapi menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus memahami persoalan masyarakat secara langsung.

Bersama 29 relawan lainnya, Ilman salah satu yang dibiayai penuh diberikan kesempatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Sahabat Asa Indonesia (Instagram @sahabatasa.id) pada 5–21 Agustus 2026. Berada di kawasan yang dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi, para relawan menjalankan program yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Pada bidang pendidikan, kegiatan seperti Greelit, Jarimatika Math Habbit, English Starter Kit, Cultural, dan Mentari Islami Gersik dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Sementara itu, program kesehatan meliputi Sehat Cilik dan Remaja, Generasi Emas Gersik, Dokter Kecil, serta Medical Check Up Gratis.

Program Green Action, Clean Up Beach, Anak Pesisir Siaga, Brand Up Pulau Gersik, dan Gersik Go Viral turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan potensi lokal Pulau Gersik.

Menurut Ilman, keterlibatan langsung di masyarakat memberikan pemahaman bahwa konsep manajemen yang dipelajari di perguruan tinggi perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

“Di kampus kita belajar tentang organisasi, sumber daya manusia, strategi, dan berbagai konsep manajemen. Tetapi ketika turun langsung ke masyarakat, kita belajar bahwa manusia tidak bisa diperlakukan hanya sebagai angka atau objek program. Kita harus memahami kebutuhan, kebiasaan, potensi, dan konteks kehidupan mereka terlebih dahulu,” jelasnya.

Keramahan masyarakat Pulau Gersik turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Warga tidak hanya menerima kehadiran relawan, tetapi ikut mendukung dan terlibat dalam berbagai program yang dijalankan. Haji Lukman, salah satu warga Pulau Gersik, mengaku senang dengan kehadiran para relawan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas karena masyarakat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru.

Lihat Juga:  Vibe Mandarin Jalin Kerja Sama Strategis Program Kursus & Penyaluran Kerja Langsung dengan Perusahaan Nasional dan Internasional

“Saya sangat bahagia karena baru ada relawan yang datang ke desa kami dan memberikan banyak pengajaran serta bantuan. Bantuan itu bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga pengetahuan,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuat Ilman melihat bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Interaksi dengan masyarakat justru memberikan perspektif baru mengenai bagaimana pengetahuan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata.

“Saya datang dengan niat untuk berbagi, tetapi ternyata pulang dengan membawa jauh lebih banyak pelajaran. Bagi saya, ilmu akan terasa lebih bermakna ketika bisa diterjemahkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” tutur Ilman.

Langkah Asa Nusantara Batch 4 menjadi pengalaman yang mempertemukan pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata. Di Pulau Gersik, relawan dan masyarakat tidak hanya menjalankan program, tetapi juga belajar dan bertumbuh melalui proses kolaborasi.