Haluan Nusantara, Jakarta – Pengelolaan data penerima bantuan sosial (bansos) di tingkat Rukun Tetangga (RT) yang selama ini masih dilakukan secara manual mulai bertransformasi ke arah digital. Sebuah inovasi berupa Sistem Informasi Pendataan Penerima Bantuan Sosial Berbasis Web berhasil dikembangkan dan diimplementasikan di lingkungan RT 012/RW 012 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Sistem tersebut merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Universitas Pamulang yang beranggotakan Cristine Yuliana Ulima, Alya Kustanti, dan Ilham Ramadhan di bawah bimbingan dosen Joko Priambodo, S.Kom., M.M., M.Kom.
Berawal dari Permasalahan Pendataan Manual
Sebelum sistem dikembangkan, proses pendataan penerima bantuan sosial di RT 012/RW 012, Kelurahan Pejagalan, masih mengandalkan buku administrasi dan formulir kertas. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai kendala, seperti lambatnya pencarian data, potensi duplikasi data penerima, serta kesulitan dalam menyusun laporan yang akurat dan berkala.
Selain itu, pengelolaan data secara manual juga meningkatkan risiko kehilangan arsip dan kesalahan pencatatan identitas warga. Permasalahan tersebut berpotensi memengaruhi ketepatan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang berhak menerima.
Dikembangkan Menggunakan Metode Waterfall
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim peneliti mengembangkan Sistem Informasi Pendataan Penerima Bantuan Sosial Berbasis Web menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian.
Secara teknis, aplikasi dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan sistem manajemen basis data MySQL sebagai media penyimpanan data terpusat. Sistem dirancang agar dapat diakses melalui peramban (browser) sehingga memudahkan pengurus RT dalam mengelola data secara lebih fleksibel dan terstruktur.
Fitur Utama Sistem
Sistem informasi ini memiliki sejumlah fitur utama, antara lain:
- Login Admin sebagai mekanisme autentikasi pengguna.
- Dashboard yang menampilkan ringkasan data penerima bantuan, data warga, dan jenis bantuan.
- Manajemen Data Penerima yang mendukung pengelolaan data warga dan penerima bantuan sosial.
- Pencarian Data Cepat berdasarkan nama atau Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Pencetakan Laporan untuk mendukung pelaporan administrasi secara lebih cepat dan akurat.
Sistem juga menerapkan validasi data dan penggunaan NIK sebagai primary key guna meminimalkan terjadinya duplikasi data penerima bantuan sosial.

Hasil Pengujian Menunjukkan Sistem Berfungsi Baik
Keandalan aplikasi diuji menggunakan metode Black Box Testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur, mulai dari login, pengelolaan data, pencarian, unggah dokumen, pencetakan laporan, hingga logout, dapat berjalan sesuai kebutuhan pengguna tanpa ditemukan kesalahan fungsional.
Berdasarkan hasil penelitian, sistem yang dikembangkan mampu membantu pengurus RT dalam mengelola data penerima bantuan sosial secara lebih cepat, terstruktur, dan akurat. Selain meningkatkan efisiensi administrasi, sistem ini juga mendukung transparansi dan efektivitas penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Potensi Pengembangan di Masa Mendatang
Tim peneliti merekomendasikan pengembangan lanjutan berupa penambahan fitur riwayat penerimaan bantuan sosial, pendataan jenis bantuan yang lebih lengkap, serta pengaturan hak akses pengguna yang lebih beragam sesuai kebutuhan masing-masing pengguna. Selain itu, integrasi dengan sistem administrasi di tingkat kelurahan dinilai penting untuk mendukung pengelolaan data bantuan sosial yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi informasi melalui sistem ini menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi tidak hanya relevan bagi instansi besar, tetapi juga dapat diterapkan pada tingkat lingkungan masyarakat. Dengan adanya sistem informasi berbasis web, proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, akurat, dan tepat sasaran.











