Haluan Nusantara, Sampang – Seorang Pendamping Desa asal Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terpilih sebagai salah satu penulis eksternal dalam majalah resmi yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Imam Sahroni Darmawan, tenaga pendamping profesional di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT), meloloskan naskahnya melalui program panggilan karya tulis (call for articles) Edisi I Tahun 2026.
Tulisannya yang berjudul “Fenomena Algoritma: Kurasi Pustakawan Versus Mesin Pencari” dimuat pada halaman 37 Majalah Warta Perpustakaan Nasional RI Volume XXXIII Nomor 1 Tahun 2026.
Berdasarkan informasi redaksi dalam edisi tersebut, hanya tiga artikel dari penulis luar lingkungan Perpusnas RI yang lolos kurasi dan diterbitkan pada edisi kali ini. Prestasi ini menunjukkan bahwa aparatur pendukung program pembangunan di tingkat desa mampu menyumbangkan pemikiran di tingkat nasional.
Proses Kurasi Redaksi
Majalah Warta Perpustakaan Nasional RI merupakan media komunikasi resmi yang diterbitkan oleh Perpusnas RI. Media ini berfungsi sebagai sarana diseminasi informasi, literasi, dan pengembangan kepustakawanan bagi para pustakawan, akademisi, peneliti, serta masyarakat umum.
Dalam program panggilan karya tulis kali ini, pihak redaksi menerapkan seleksi administratif dan substansi yang ketat. Tulisan yang masuk dinilai berdasarkan kesesuaian tema, aktualitas isu, orisinalitas gagasan, serta kontribusinya terhadap pengembangan dunia literasi.
Rony sapaan akrab Imam Sahroni Darmawan menuturkan, ia tidak menyangka naskahnya akan dipilih oleh dewan redaksi untuk diterbitkan bersama kontributor lainnya.
“Saya bersyukur tulisan ini bisa dimuat. Ini kesempatan berharga untuk membawa perspektif dari daerah ke media publikasi tingkat nasional,” kata Rony saat dihubungi pada Jumat (17/7/2026).
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemikiran tersebut, pihak Perpustakaan Nasional RI memberikan hak honorarium resmi kepada penulis yang karyanya terpilih untuk dipublikasikan.
Peran Pustakawan dan Algoritma
Dalam artikelnya yang dimuat di halaman 37, Rony membahas mengenai pengaruh algoritma mesin pencari dan teknologi kecerdasan buatan terhadap pola konsumsi informasi masyarakat. Ia menyoroti kecenderungan platform digital yang menyajikan informasi berdasarkan popularitas kata kunci dan preferensi pengguna.
Menurut Rony, sistem kerja digital tersebut berpotensi menciptakan ruang informasi yang seragam dan membatasi sudut pandang pengguna. Di sinilah ia melihat pentingnya peran pustakawan sebagai penyeimbang.
“Mesin pencari menyajikan data berdasarkan popularitas dan kecocokan kata kunci. Sementara itu, pustakawan bekerja berdasarkan kebenaran ilmiah dan kebutuhan riil pengguna informasi,” ujar Rony.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan pustakawan tetap krusial di era digital. Mereka bertugas melakukan kurasi informasi yang kredibel dan memverifikasi sumber data sebelum disajikan kepada publik.
“Teknologi membantu kita menemukan informasi dengan cepat. Namun, manusia tetap membutuhkan kemampuan untuk memverifikasi dan menilai kualitas informasi tersebut,” tambahnya.
Relevansi Literasi di Tingkat Desa
Latar belakang profesi Rony sebagai Pendamping Desa di Kecamatan Sepulu Kab. Bangkalan turut memengaruhi fokus penulisan tersebut. Dalam kesehariannya, ia bertugas mendampingi pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat di Desa.
Ia mengamati bahwa tantangan literasi di wilayah pedesaan kini telah bergeser. Hambatan utama bukan lagi sekadar kemampuan membaca aksara, melainkan kemampuan memilah dan menyaring arus informasi digital yang masuk melalui gawai.
Penyebaran hoaks, berita palsu, hingga penipuan berbasis digital sering kali menyasar masyarakat desa yang belum memiliki kecakapan literasi digital yang memadai.
“Pembangunan di desa bukan hanya tentang infrastruktur fisik seperti jalan atau jembatan, melainkan juga pembangunan kapasitas manusianya,” tutur Rony.
Menurut dia, literasi informasi merupakan kecakapan penting yang harus dimiliki warga desa saat ini. Dengan kemampuan memilah informasi, masyarakat tidak akan mudah terjebak oleh informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.
“Kemampuan menyaring informasi ini adalah benteng pertahanan pertama agar warga desa terhindar dari berbagai kerugian ekonomi maupun sosial akibat informasi yang salah,” jelasnya.
Akses Publikasi
Majalah Warta Perpustakaan Nasional RI Volume XXXIII Nomor 1 Tahun 2026 saat ini telah didistribusikan ke jaringan perpustakaan daerah serta instansi pendidikan di seluruh Indonesia. Selain dalam bentuk cetak, masyarakat juga dapat mengakses dan mengunduh versi digital majalah tersebut secara gratis melalui portal resmi Perpustakaan Nasional RI.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa isu literasi informasi dapat diangkat oleh penulis dari berbagai latar belakang profesi, termasuk pendamping desa yang bertugas di wilayah kecamatan.
Rony berharap pencapaian ini dapat mendorong rekan sesama penggerak literasi di berbagai daerah untuk aktif menulis.
“Semoga ini bisa memotivasi rekan-rekan di daerah untuk terus berbagi gagasan. Jarak geografis bukan menjadi pembatas untuk menyumbangkan pemikiran bagi pengembangan literasi nasional,” ujar Rony.











