Implementasi Praktik Kerja Mahasiswa Magang UPN “Veteran” Jawa Timur dalam Penyelenggaraan Event Pernikahan di Wedding Organizer

Redaksi
Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur mengikuti program magang di Wedding Organizer. (Foto: Dok. Istimewa)

Haluan Nusantara – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di dunia kerja. Melalui program magang, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini pula yang dirasakan oleh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur yang mengikuti program magang di bidang jasa, khususnya pada Wedding Organizer.

Wedding Organizer (WO) merupakan salah satu bentuk usaha jasa yang menuntut tingkat profesionalisme tinggi, koordinasi yang matang, serta kemampuan komunikasi yang baik. Setiap rangkaian acara pernikahan memiliki alur yang sakral, terstruktur, dan harus dijalankan sesuai dengan waktu serta adat yang berlaku. Dalam konteks inilah, peran protokoler menjadi sangat penting sebagai pengendali jalannya acara agar berlangsung tertib, khidmat, dan sesuai dengan rundown yang telah disusun.

Sebagai mahasiswa magang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan event pernikahan, mendapatkan kesempatan untuk menjalankan peran sebagai protokoler merupakan pengalaman yang berharga. Dalam praktiknya, tugas utama protokoler adalah mengantarkan tamu VIP ke mejanya masing-masing serta memastikan kehadiran tamu VIP tersebut diumumkan (di-announce) oleh Master of Ceremony (MC).

Peran protokoler menuntut kemampuan komunikasi yang jelas, sikap ramah, memiliki ketangkasan yang baik. Mahasiswa magang dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat, berkoordinasi dengan Master of Ceremony (MC), tim dokumentasi, crew WO, serta pihak keluarga agar acara tetap berjalan lancar tanpa mengurangi esensi sakral pernikahan.

Foto: Dok. Istimewa

Melalui keterlibatan ini, mahasiswa magang tidak hanya belajar tentang teknis pelaksanaan acara, tetapi juga memahami pentingnya etika, tata krama, dan komunikasi profesional dalam industri jasa. Interaksi langsung dengan klien dan keluarga pengantin melatih mahasiswa untuk bersikap empatik, sopan, serta mampu menjaga citra profesional Wedding Organizer.

Lihat Juga:  Publikasi Buku “Manajemen Logistik” Karya Ismail Hasan Pambudi Mahasiswa Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh di dalam ruang kelas. Kehadiran mahasiswa magang membantu meringankan beban kerja tim, sekaligus menghadirkan sudut pandang baru yang lebih kreatif dan adaptif. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya di bidang manajemen, komunikasi, dan pelayanan jasa, ke dalam praktik nyata di lapangan.

Bapak Dr. Drs. Sugito, M.M. dalam kegiatan magang ini memiliki peran penting sebagai dosen pembimbing dalam mendampingi mahasiswa magang UPN “Veteran” Jawa Timur pada proses implementasi praktik kerja di bidang penyelenggaraan event pernikahan pada wedding organizer. Peran tersebut diwujudkan melalui pemberian arahan akademis, pembimbingan teknis, serta evaluasi berkelanjutan agar mahasiswa mampu mengintegrasikan teori perkuliahan dengan praktik lapangan secara profesional.

Melalui supervisi yang sistematis, Bapak Dr. Drs. Sugito, M.M. memastikan pelaksanaan magang berjalan sesuai dengan capaian pembelajaran, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa dalam manajemen event, kerja tim, dan penyelesaian masalah di lingkungan kerja nyata.

Foto: Dok. Istimewa

Pengalaman magang ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri melalui program MBKM mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan aplikatif. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut terlibat aktif dalam proses kerja profesional. Keterlibatan mahasiswa magang UPN “Veteran” Jawa Timur dalam pelaksanaan event pernikahan sebagai protokoler menjadi contoh nyata bahwa pengalaman lapangan dapat membentuk kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus.

Mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang relevan dan membangun kompetensi profesional, sementara Wedding Organizer mendapatkan dukungan sumber daya manusia yang berpotensi dan terlatih. Diharapkan, kedepannya semakin banyak mahasiswa yang dapat memanfaatkan kesempatan magang ini sebagai sarana pengembangan diri dan peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi.

Lihat Juga:  Partai Keadilan dan Masa Depan Demokrasi yang Lebih Inklusif

* Penulis: Kezi Artauli Benikta Butarbutar, Sugito